Gawe Naik Dango Kota Singkawang Resmi di Buka, Wujud Pelestarian Budaya dan Tolransi

0
0 views

Singkawang, BengkayangNews.com – Gawe Dayak Naik Dango Kota Singkawang ke-XXIV Tahun 2024 resmi dibuka di Rumah Adat Dayak Singkawang, pada Rabu (8/3/2024).

Mengusung tema ‘Budaya Sebagai Jati Diri dan Harmonisasi Menyongsong Era Kompetisi dan Transformasi’, Gawe Naik Dango akan berlangsung mulai tanggal 8-11 Mei 2024.

Acara ini dibuka oleh Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat, dr. Wilson mewakili Pj Gubernur Kalimantan Barat.

Wilson mengatakan, Gawe Dayak Naik Dango merupakan momen penting untuk mengucap syukur kepada sang pencipta dan para leluhur serta wujud dari mempererat hubungan antar sesama.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, mengucapkan selamat merayakan Gawe Dayak Naik Dango kepada masyarakat Dayak di Kalbar khususnya di Kota Singkawang,” ujarnya.

Menurut Wilson, melalui acara ini masyarakat Dayak Kalimantan Barat khususnya di Kota Singkawang dituntut untuk bisa beradaptasi dan bertransformasi dalam berkehidupan tanpa meninggalkan budaya leluhur.

“Harapannya, menjadi momen sukacita dan ajang memperkuat kerukunan dan citra positif. Sesuai dengan temanya, menciptakan harmonisasi untuk kemajuan berbagai bidang kehidupan agar bersama-sama membangun Kalimantan Barat yang lebih maju,” jelasnya.

Ia melanjutkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam hal ini berkomitmen untuk terus mendukung kelestarian budaya dan akan bersinergi memajukan sektor kepariwisataan budaya agar dapat selalu dinikmati oleh generasi mendatang.

“Mari bersama-sama bersinergi mengembangkan kepariwisataan budaya dan ekonomi kreatif, menjaga khazanah budaya yang Bhinneka Tunggal Ika dan mempromosikannya. Terlebih kini, dengan bantuan media sosial yang dirasa dengan mudah mampu menjangkau wisatawan potensial dari seluruh dunia,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pj Sekretaris Daerah Kota Singkawang Aulia Candra menyampaikan kegiatan budaya aktualisasi masyarakat Dayak sebagai tanda ucap syukur ini diharapkan mampu menjadi potensi agenda pariwisata budaya daerah.

Dengan itu, peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata budaya dapat dimaksimalkan guna mendorong kesejahteraan masyarakat di Kota Singkawang.

“Terimakasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan dan kerjasamanya pada pelaksanaan kegiatan ini. Harapannya kegiatan ini dapat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dan kunjungan wisatawan,” katanya.

Aulia Candra berpesan, agar tahun demi tahun kemeriahan tradisi dan keagamaan ini dapat selalu terjaga. Bukan hanya untuk budaya Dayak tetapi juga budaya-budaya lainnya.

“Semoga kedepan kemeriahan lebih meningkat sehingga seiring dengan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Singkawang. Sehingga Kota Singkawang semakin layak disebut sebagai Kota Wisata,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini