BPBD Sebut Lokasi Banjir di Sambas Sulit Akses Internet, Akibatkan Hambat Pendataan

0
92

Sambas, BengkayangNews.com – Banjir saat ini tengah melanda Aruk Kabupaten Sambas. Banjir yang disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi ini tidak dapat terhindarkan dan merendam pemukiman dan akses jalan Jumat (01/03/2024) kemarin.

“Curah hujan yang lebat terjadi pada tanggal 1 Maret 2024 pkl. 22.00 WIB menyebabkan banjir dan mulai menenggelamkan rumah warga pada pukul 04.00 WIB tanggal 2 Maret 2024 hingga pukul 09.00 WIB dan surut total pukul 10.00 WIB. Sampai dengan saat monitoring ini air tidak bertambah dan dinyatakan telah surut. Terdapat 50 rumah yang terendam di Dusun Aruk termasuk Pos Pamtas, dan Wisma Indonesia, dengan ketinggian air 50cm dari atas lantai bangunan. Selanjutnya untuk Dusun Sungai Enau 150 KK jumlah jiwa 609 jiwa, rumah terendam 150 rumah, dengan ketinggian air hingga 120cm di atas permukaan tanah” tulis Daniel Sinyor dalam laporannya.

BACA JUGA : BREAKING NEWS, Ratusan Rumah Warga Bengkayang Terendam Banjir Bandang

Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel Sinyor mengatakan jika pihaknya sudah menerima laporan dari BPBD Kabupaten dan saat inti petugas tengah melakukan pendataan terkait jumlah rumah yang terdampak dan ketinggian banjir tersebut.

“Kami terus melakukan upaya pendataan terkait banjir ini, BPBD Sambas juga telah berada di lokasi,” kata Daniel saat dikonfirmasi Sabtu (02/03/2024) siang.

BACA JUGA : Banjir Merendam Landak, 13.558 Warga Terdampak

Adanya banjir di Kabupaten Sambas, Daniel meminta masyarakat untuk kooperatif jika diarahkan untuk berpindah ke lokasi yang lebih aman jika memang banjir semakin tinggi dan meluas,

“Seluruh warga untuk tidak panik dan tetap waspada serta bersedia dievakuasi jika kondisi tidak memungkinkan,” tambahnya.

Daniel menyebut jika BPBD Kalbar masih menunggu laporan secara menyeluruh terkait banjir di Kabupaten Sambas, namun minimnya sinyal di lokasi banjir membuat kendala petugas di lapangan memberikan laporan dan data valid terkait kondisi banjir. (Rd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini