1000514151

BengkayangNews.com – Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D) Kabupaten Bengkayang resmi mengukuhkan kepengurusan periode 2026–2031 dalam kegiatan yang berlangsung di Rumah Adat Dayak Ramin Bantang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Sabtu (24/10/2026).

Pengukuhan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan Dayak dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, pelestarian adat dan budaya, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bengkayang.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Peran Perempuan Dayak dalam Peradaban” dan dihadiri sekitar 170 perempuan Dayak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bengkayang, beserta sejumlah tokoh adat, perwakilan pemerintah, dan undangan lainnya.

BACA JUGA : Pemerintah Siapkan Rekening Gratis bagi 25,1 Juta Warga Desil 1–4, Wacana HP Gratis Masih Dikaji

Neneng Pimpin P2D Kabupaten Bengkayang

Dalam pengukuhan tersebut, Neneng, S.Sos., M.Sos., ditetapkan sebagai Ketua Perhimpunan Perempuan Dayak Kabupaten Bengkayang. Kepengurusan ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi perempuan Dayak dari berbagai sub-suku untuk memperkuat persatuan dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Ketua P2D Kabupaten Bengkayang, Neneng, menyampaikan bahwa organisasi tersebut ingin mendorong perempuan Dayak agar lebih kreatif, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.

Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan dalam kehidupan rumah tangga, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan perekonomian keluarga melalui pengembangan keterampilan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia berharap perempuan Dayak dapat menciptakan peluang usaha baru sehingga mampu menghasilkan pendapatan dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

BACA JUGA : Neneng: Jangan Cabut Perda Perladangan, Lindungi Kearifan Lokal Masyarakat

Fokus pada Ekonomi dan Pelestarian Bahasa Ibu

P2D Kabupaten Bengkayang menetapkan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai salah satu fokus program ke depan. Organisasi ini ingin mendorong peningkatan keterampilan, kreativitas, serta kemampuan perempuan dalam membangun usaha yang produktif.

Selain bidang ekonomi, pelestarian bahasa ibu juga menjadi perhatian penting. Neneng mengingatkan agar bahasa daerah dari berbagai sub-suku Dayak tetap digunakan dan diwariskan kepada anak-anak serta generasi muda.

Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat masyarakat kehilangan identitas budaya dan bahasa yang diwariskan oleh para leluhur.

Karena itu, keterlibatan keluarga dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah, adat istiadat, dan nilai-nilai budaya Dayak.

Dorong Perlindungan Perempuan dan Generasi Muda

Selain pemberdayaan ekonomi dan budaya, P2D juga menyatakan dukungan terhadap upaya perlindungan perempuan dan anak, termasuk pencegahan kekerasan seksual serta penyalahgunaan narkoba.

Neneng menyampaikan bahwa organisasi perempuan dapat berperan sebagai mitra pemerintah dan lembaga terkait dalam mendukung program perlindungan generasi muda.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak, terutama mereka yang masih menempuh pendidikan.

Menurutnya, diperlukan kepedulian bersama antara keluarga, masyarakat, pemerintah, dan aparat terkait agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan positif.

Harapkan Dukungan Pemerintah Daerah

P2D Kabupaten Bengkayang berharap pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap program pemberdayaan perempuan, peningkatan keterampilan, pengembangan ekonomi keluarga, dan pelestarian budaya.

Organisasi ini juga membuka peluang kerja sama dengan perempuan dari berbagai sub-suku Dayak maupun kelompok masyarakat lainnya.

Kolaborasi lintas organisasi diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi perempuan untuk berperan dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan kebudayaan.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan periode 2026–2031, P2D Kabupaten Bengkayang diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan program nyata yang bermanfaat bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat luas.

Pemberdayaan perempuan, pelestarian bahasa ibu, dan penguatan budaya menjadi langkah penting untuk menjaga identitas Dayak sekaligus mendorong kemajuan Kabupaten Bengkayang. (Red/Rdi)