BengkayangNews.com – Sejak era Presiden Soeharto hingga kini, akses jalan menuju Dusun Minso, Desa Sango, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, tak kunjung tersentuh pembangunan aspal. Selama lebih dari tiga dekade, warga di dusun yang dihuni lebih dari 100 Kepala Keluarga ini terus menanti perhatian dari pemerintah.
Dusun Minso hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat Kecamatan Sanggau Ledo dan sekitar 3 kilometer dari jalan provinsi yang juga menjadi jalan perbatasan negara. Meski dekat dengan jalur strategis, kondisi jalan ke dusun tersebut sangat memprihatinkan. Terutama saat musim penghujan, jalan berubah menjadi becek, berlumpur, serta dipenuhi kubangan dan genangan air. Kondisi ini menyulitkan aktivitas masyarakat, terlebih anak-anak sekolah yang harus menempuh perjalanan ke kota kecamatan.
Tak hanya Dusun Minso, akses jalan tersebut juga digunakan oleh warga dari kampung tetangga seperti Senangak dan Pelangor yang merupakan bagian dari Desa Kalon. Meski pemilihan kepala daerah terus bergulir setiap periode, harapan masyarakat akan pembangunan jalan seolah belum mendapatkan jawaban nyata.
“Dulu memang pernah ada beberapa orang datang mengukur jalan, katanya untuk rencana pengaspalan. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ungkap seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya.
Kepala Dusun sebelumnya, Salfius, membenarkan adanya kunjungan dari pihak pemerintah yang sempat meninjau kondisi jalan. “Kami juga bingung, karena usulan sudah sering kami sampaikan, bahkan sebelum saya menjabat kadus pun sudah pernah diajukan. Tapi sejauh ini belum ada tindak lanjut yang jelas,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kadus saat ini, Toni, yang mengakui belum menerima informasi atau kepastian apapun terkait pembangunan jalan di wilayahnya. “Belum ada kabar apapun dari pihak terkait,” katanya.
Meski demikian, masyarakat Dusun Minso tetap berharap besar kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi agar segera memperhatikan kondisi infrastruktur di wilayah mereka. Jalan yang layak menjadi harapan utama guna menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan akses sosial warga yang selama ini merasa seperti terisolasi di tengah kemajuan zaman.












