IKN, BengkayangNews.com – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 yang mempertemukan pemerintah dengan investor internasional. Forum yang berlangsung pada Kamis (22/10/2026) di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara itu melibatkan Otorita IKN, Bank Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sejumlah perwakilan diplomatik dan perdagangan dari enam negara, yakni Bangladesh, Belarus, Tunisia, Filipina, Hong Kong, dan Spanyol, turut hadir untuk menjajaki peluang kerja sama di bidang perdagangan, industri, pariwisata, dan investasi. Pemerintah Dorong Kemudahan Investasi Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, mengatakan forum tersebut menjadi sarana bagi pelaku usaha untuk menyampaikan peluang, kebutuhan, serta kendala yang dihadapi dalam mengembangkan bisnis di kawasan Nusantara. Menurutnya, keterlibatan investor diperlukan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan agar kegiatan usaha dapat berkembang. Dalam forum tersebut, salah satu pelaku usaha juga menyampaikan bahwa proses perizinan pembangunan gedung di IKN dinilai cukup mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. BACA JUGA : Pemerintah Siapkan Rekening Gratis bagi 25,1 Juta Warga Desil 1–4, Wacana HP Gratis Masih Dikaji Investasi dan Pembangunan Kawasan Terus Dikembangkan Selain penjajakan investasi internasional, Otorita IKN juga mendorong pembangunan berbagai fasilitas penunjang perkotaan, termasuk hunian bagi aparatur sipil negara (ASN), kawasan komersial, serta fasilitas pendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Pada 14 Oktober 2026, Otorita IKN mengumumkan penandatanganan kerja sama pembangunan delapan menara rumah susun ASN dengan nilai investasi Rp2,629 triliun. Pada tanggal yang sama, lima investasi swasta di berbagai sektor juga diumumkan dengan nilai total Rp1,11 triliun. Pengembangan hunian dan fasilitas komersial tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem perkotaan Nusantara serta membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru. BACA JUGA : Perhimpunan Perempuan Dayak Bengkayang Kukuhkan Kepengurusan Periode 2026–2031 Tantangan Mewujudkan Kota Masa Depan Pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada pembangunan gedung pemerintahan, tetapi juga mencakup penyediaan hunian, infrastruktur dasar, fasilitas ekonomi, dan pelayanan publik. Ke depan, keberhasilan pembangunan Nusantara akan ditentukan oleh kemampuan pemerintah menjaga kesinambungan proyek, menarik investasi produktif, serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat di kawasan IKN dan daerah sekitarnya. Dengan keterlibatan investor domestik dan internasional, IKN diharapkan berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memperkuat daya saing Kalimantan Timur dan mendukung pemerataan pembangunan nasional. (Red/Rdi) Navigasi pos Perhimpunan Perempuan Dayak Bengkayang Kukuhkan Kepengurusan Periode 2026–2031