BengkayangNews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkayang dalam memberikan jaminan layanan kesehatan kepada masyarakat mendapatkan pengakuan nasional. Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., secara resmi menerima penghargaan UHC Award 2025 sebagai apresiasi atas capaian Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Semesta di wilayahnya.
Penghargaan ini diberikan sebagai bukti keseriusan Pemda Bengkayang dalam meningkatkan akses dan perlindungan kesehatan bagi seluruh warganya melalui keikutsertaan dalam program BPJS Kesehatan. Berkat alokasi anggaran yang tepat sasaran dalam APBD Kabupaten Bengkayang Tahun 2025, cakupan kepesertaan kesehatan telah mencapai angka yang sangat impresif, yakni 98% dari total penduduk.
“Pencapaian hampir universal ini merupakan buah sinergi yang solid. Masyarakat yang mendaftar mandiri, badan usaha yang mendaftarkan pekerjanya, pemerintah pusat melalui program bantuan iuran, dan tentunya komitmen pemerintah daerah melalui APBD, semua bersatu padu,” ujar Bupati Sebastianus Darwis saat menerima penghargaan.
BACA JUGA : Bupati Bengkayang Tinjau Lansung Lokasi Kebakaran Pasar Seluas
Dia menjelaskan bahwa kontribusi APBD Kabupaten menjadi kunci pendorong bagi terjaminnya kesehatan kelompok masyarakat yang belum terproteksi dari skema lainnya. Dengan demikian, hampir seluruh warga Bengkayang kini memiliki pelindung dalam menghadapi risiko kesehatan.
Atas pencapaian ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kementerian Kesehatan, seluruh badan usaha di wilayahnya, masyarakat yang telah aktif berpartisipasi, dan BPJS Kesehatan sebagai mitra penyelenggara.
“Penghargaan ini bukan titik akhir, tetapi justru momentum untuk terus berbenah. Harapan kita bersama, prestasi ini dapat kita pertahankan dan bahkan ditingkatkan, diiringi dengan kualitas layanan kesehatan yang semakin baik dan merata di masa depan,” pungkas Bupati Darwis penuh harap.
Keberhasilan Bengkayang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mempercepat pemerataan akses kesehatan, menuju Indonesia sehat yang lebih inklusif.
(Sumber: Prokopim Bengkayang)
