IMG 20260903 WA0090

Jakarta, BengkayangNews.com – Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) DKI Jakarta menawarkan gagasan konkret untuk memperkuat peran organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam pembangunan Jakarta. Salah satunya melalui program pemberdayaan generasi muda ormas dengan target 500 anak muda dilatih menjadi tenaga teknisi profesional.

Gagasan tersebut disampaikan Ir. David Rambang saat mewakili ICDN DKI Jakarta dalam kegiatan Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Pembangunan 2026 yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta di MAIA Hotel Jakarta, Kamis (3/9/2026).

David menyampaikan program tersebut dengan slogan yang sederhana namun sarat pesan sosial:“Anak ormas gak nganggur, gak pegang parang. Anak ormas jadi teknisi, pegang obeng dan las.”Menurut David, keberadaan ormas seharusnya tidak hanya dilihat dari aktivitas sosial dan kemasyarakatan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif.

BACA JUGA : Lasarus Soroti Nasib Peladang Lokal: Jangan Hanya Cabut Aturan Tanpa Memikirkan Solusi

Karena itu, ICDN DKI Jakarta mengusulkan Program 500 Anak Ormas Jadi Teknisi Jakarta, yakni program pelatihan gratis selama kurang lebih tiga bulan bagi anak-anak muda yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Peserta akan dibekali keterampilan yang memiliki kebutuhan tinggi di dunia kerja, seperti teknisi AC, kelistrikan, motor listrik, teknologi informasi (IT), pengelasan, plumbing, serta keterampilan teknis lainnya.

Pelatihan tersebut, kata David, dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, politeknik, lembaga pendidikan, serta perusahaan swasta.Tidak Berhenti di PelatihanYang menjadi perhatian utama ICDN adalah memastikan program tersebut tidak berhenti sebatas pelatihan.

Setelah dinyatakan lulus, para peserta diharapkan langsung mendapatkan akses penyaluran kerja melalui berbagai proyek pembangunan dan pemeliharaan fasilitas publik di Jakarta. Beberapa sektor yang dapat menjadi tempat penyerapan tenaga kerja antara lain RPTRA, fasilitas TransJakarta, rumah susun, rumah sakit, gedung pemerintahan, dan berbagai fasilitas umum lainnya.

BACA JUGA : Pelantikan DPW ICDN DKI Jakarta Periode 2026–2031, Dorong Pemberdayaan Generasi Dayak

“Jadi bukan hanya dilatih. Setelah lulus, mereka langsung disalurkan ke pekerjaan. Kita ingin anak-anak muda ini punya keterampilan dan penghasilan,” kata Ir David.

ICDN juga mengusulkan agar tenaga kerja yang telah mengikuti program mendapatkan penghasilan yang layak sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui skema kontrak kerja.

Perusahaan Pemenang Tender Bisa Libatkan Lulusan

Untuk menjaga keberlanjutan program, David menawarkan skema kolaborasi dengan pihak swasta.

Perusahaan yang mendapatkan proyek pemerintah dapat didorong untuk memberikan kesempatan kerja kepada lulusan program. Salah satu skema yang diusulkan adalah kewajiban atau komitmen perekrutan, misalnya 10 persen dari kebutuhan tenaga kerja proyek berasal dari lulusan program.

Dengan skema tersebut, program tidak sepenuhnya membebani APBD. Pemerintah dapat mendukung sisi pelatihan, sementara kebutuhan tenaga kerja dan penyerapan lulusan dapat diperkuat melalui dunia usaha dan program CSR perusahaan.

“Keuntungannya untuk pemerintah adalah punya tenaga kerja terampil dan angka pengangguran bisa turun. Untuk ormas, kader-kader mudanya punya pekerjaan dan skill,” jelasnya.

ICDN: Ormas Harus Jadi Bagian dari Solusi

David menegaskan, gagasan tersebut merupakan bentuk kontribusi ICDN DKI Jakarta dalam menjawab persoalan sosial dan ketenagakerjaan di Ibu Kota. Menurutnya, generasi muda yang bergabung dalam ormas harus diberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari pembangunan, bukan justru terjebak dalam aktivitas yang tidak produktif.

“Daripada anak-anak kita pegang parang, lebih baik kita kasih obeng. Daripada tidak punya pekerjaan, lebih baik kita kasih keterampilan. Pegang alat las, bekerja, punya penghasilan, dan ikut membangun Jakarta,” tegas David.

Ia berharap gagasan tersebut dapat ditindaklanjuti dalam pembahasan yang lebih konkret melalui penyusunan TOR (Term of Reference), termasuk mengenai jumlah peserta, mekanisme seleksi, kurikulum pelatihan, kebutuhan peralatan, anggaran, sertifikasi, hingga sistem penyaluran kerja.

ICDN DKI Jakarta Hadirkan Gagasan Pembangunan

Dalam kegiatan Kesbangpol DKI Jakarta tersebut, ICDN DKI Jakarta hadir bersama sejumlah pengurus dan anggotanya, yakni Dr. Timotius, M.Th Wakil Ketua, Rudito, S.M. selaku Kepala Sekretariat, Ir. David Rambang, Gadson, S.H., dan Evi Novesa Rinny, S.H. Forum tersebut diikuti sekitar 100 perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Kepala Kesbangpol DKI Jakarta Abdul Khalit dalam kesempatan itu menekankan pentingnya sinergi pemerintah dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk ormas, untuk mendukung pembangunan sekaligus menjaga kerukunan di Jakarta.

Bagi ICDN DKI Jakarta, sinergi tersebut perlu diwujudkan dalam bentuk program yang konkret dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Program 500 Anak Ormas Jadi Teknisi Jakarta pun ditawarkan sebagai salah satu gagasan ICDN untuk menjadikan generasi muda ormas sebagai tenaga terampil, produktif, mandiri, dan menjadi bagian dari solusi pembangunan Ibu Kota. (Red/Rdi)