1786016466252

Jakarta, BengkayangNews.com – Vijja Care, komunitas kesehatan Indonesia yang mengusung visi Empowering Women as the Heart of Family Health, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan bertajuk “Perempuan Berdaya dengan TOGA: Membangun Kesehatan Keluarga dan Peluang Ekonomi Berbasis Herbal”, yang diselenggarakan pada Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Vijja Care, Universitas YARSI, RT 05/RW 05 Glodok, dan PT Pramudita Darya Parma. Tujuannya adalah mendorong perempuan menjadi motor penggerak kesehatan keluarga melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis herbal yang dapat dikembangkan dari lingkungan rumah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai konsep dasar Traditional Chinese Medicine (TCM) serta manfaat 15 jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA), di antaranya lidah buaya, jahe, kunyit, temulawak, kencur, serai, daun sirih, dan berbagai tanaman herbal lainnya. Materi disampaikan oleh Delfi Vijja Paramita, B.A., Br.M., CDME.Hc., CDC®, Founder Vijja Care.

BACA JUGA : Stadion Mini Berstandar FIFA di IKN Siap Jadi Pusat Pembinaan Sepak Bola Nasional

Ia menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif melalui pemanfaatan tanaman herbal sebagai bagian dari gaya hidup sehat keluarga. Sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses edukasi kesehatan, Vijja Care juga memperkenalkan Ensiklopedia Tanaman Herbal Digital yang dapat diakses melalui www.museumherbal.web.id. Platform ini menyediakan informasi ilmiah mengenai berbagai tanaman herbal Indonesia sehingga masyarakat dapat memperoleh referensi yang mudah diakses, akurat, dan terpercaya.

Selain manfaat kesehatan, peserta juga memperoleh wawasan mengenai potensi TOGA sebagai sumber penghasilan keluarga. Tanaman obat keluarga dinilai memiliki nilai tambah apabila diolah menjadi berbagai produk herbal yang bernilai ekonomi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan praktik menanam TOGA bersama sebagai implementasi langsung dari materi yang telah dipelajari. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk memanfaatkan pekarangan maupun ruang terbatas di rumah sebagai sumber pangan, kesehatan, sekaligus pemberdayaan ekonomi keluarga.

BACA JUGA : Jelang HUT ke-81 RI, Warga Dusun Minso Berharap Kemerdekaan Juga Hadir Lewat Pembangunan Jalan

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Semangat belajar, diskusi yang aktif, serta tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa edukasi mengenai TOGA masih sangat dibutuhkan dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Melalui berbagai program edukasi, pelatihan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Vijja Care terus berkomitmen membangun ekosistem kesehatan berbasis ilmu pengetahuan, kearifan lokal, dan pemberdayaan perempuan.

Vijja Care meyakini bahwa ketika perempuan memiliki pengetahuan dan akses terhadap kesehatan, keluarga dan masyarakat akan menjadi lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. Vijja Care mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi bagian dari gerakan membangun budaya hidup sehat melalui edukasi, pemanfaatan tanaman herbal, serta aksi nyata di lingkungan masing-masing.

Masyarakat yang ingin bergabung dapat mengirimkan pesan langsung (DM) ke akun Instagram @vijjacare untuk memperoleh informasi mengenai berbagai kegiatan edukasi kesehatan, herbal, Traditional Chinese Medicine (TCM), dan program pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia. Vijja Care mengusung slogan: “Care with Knowledge, Heal with Heart.” (Vj/Red)