Jakarta, BengkayangNews.com – Bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Barat, Suryadman Gidot, M.Pd., menegaskan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat provinsi untuk menyusun kepengurusan DPD Partai Demokrat periode 2026–2031. Mengusung visi “Terwujudnya Soliditas dan Solidaritas untuk Memenangkan Hati Rakyat,” Gidot berharap seluruh kader dapat menjadikan Musda sebagai momentum memperkuat persatuan dan membangun kekuatan partai dalam menghadapi Pemilu 2029. “Saya berharap, dengan seluruh kekuatan yang dimiliki, Partai Demokrat Kalimantan Barat kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan pada Pemilu 2029. Target kita adalah menempatkan kader-kader terbaik sebagai pimpinan DPRD kabupaten/kota, DPRD Provinsi Kalimantan Barat, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalbar I dan Kalbar II, serta anggota DPD RI,” ujar Gidot saat di hubungi terpisah. BACA JUGA : Peta Kekuatan Demokrat Kalbar: Tiga Nama Mencuat dengan Keunggulan Masing-Masing Selain itu, ia juga menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon presiden, sekaligus mempersiapkan kader-kader terbaik untuk maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota di Kalimantan Barat. Menurut Gidot, sebagai partai yang berlandaskan nilai-nilai nasionalisme dan religius, Partai Demokrat masih memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat Kalimantan Barat. “Saya meyakini Partai Demokrat masih dicintai masyarakat Kalimantan Barat. Karena itu, Musda ini harus menjadi awal kebangkitan partai untuk meraih kemenangan pada Pemilu 2029,” katanya. Gidot juga berharap panitia Musda memberikan kesempatan kepada seluruh bakal calon ketua untuk memaparkan visi dan misi mereka. Menurutnya, penyampaian gagasan dari masing-masing calon dapat menjadi landasan dalam menyusun visi bersama demi kemajuan Partai Demokrat Kalimantan Barat. “Saya berharap kami bertiga diberikan ruang oleh panitia untuk menyampaikan visi masing-masing. Dari sana kita dapat merumuskan visi bersama yang menjadi arah perjuangan Partai Demokrat Kalimantan Barat menuju Pemilu 2029,” ujarnya. Lebih lanjut, mantan Bupati Bengkayang dua periode ini menyambut baik apabila Musda berlangsung secara musyawarah dan mufakat. Ia menilai, mekanisme tersebut akan menghasilkan kepemimpinan yang diterima seluruh kader dengan suasana penuh sukacita dan kebersamaan. “Pertarungan sesungguhnya bukan di Musda, melainkan pada Pemilu 2029. Karena itu, setelah Musda kita harus kembali bersatu untuk memperjuangkan target-target politik Partai Demokrat, mulai dari kursi pimpinan DPRD provinsi maupun kabupaten/kota, kursi DPR RI, kepala daerah, hingga gubernur dan wakil gubernur,” pungkasnya. (Rudi Rehan/Red) Navigasi pos Gedung SMPN 02 Bumbung Seluas Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp405 Juta