Sanggau Ledo, BengkayangNews.com – Potret perjuangan anak-anak di Dusun Minso, Desa Sango, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, menjadi cermin nyata betapa pendidikan masih harus diperjuangkan dengan pengorbanan besar.
Setiap hari mereka berkendara melewati jalan yang terjal, licin, dan mendaki, bahkan ketika musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur berbahaya.Menurut warga, kondisi ini sudah menjadi pemandangan biasa. Namun ketika hujan turun, jalan semakin sulit dilalui sehingga tak jarang anak-anak terjatuh di tengah perjalanan dan akhirnya tidak bisa bersekolah.
BACA JUGA : Perjuangan dan Derita Para Pelajar Minso Menerobos Jalan yang Rusak saat ke Sekolah

“Kalau hujan deras, jalan licin sekali, anak-anak sering jatuh, bahkan ada yang pulang lagi karena tidak bisa lewat,” ujar salah satu warga Dusun Minso, dengan nada kecewa. Warga mengaku sudah berpuluh-puluh tahun menunggu perhatian pemerintah, namun hingga kini jalan mereka tak kunjung diaspal. Padahal, setiap kali musim politik dan kampanye, janji pembangunan jalan selalu digaungkan oleh para pejabat dan wakil rakyat.
“Sudah sering dijanjikan, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi. Kami cuma butuh jalan bagus agar anak-anak bisa sekolah dengan aman,” tambah warga lainnya. Ironisnya, jalan yang rusak parah tersebut bukan hanya jalur pendidikan, tapi juga akses vital masyarakat menuju pusat kecamatan dan kabupaten, serta menjadi jalur penghubung menuju jalan negara Malaysia.
Selain itu, jalan itu juga digunakan oleh perusahaan besar kelapa sawit yang beroperasi di wilayah tersebut, bahkan sudah memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah. Namun, pemerintah daerah seolah tutup mata terhadap kondisi warga sekitar.
Masyarakat Dusun Minso berharap agar janji-janji pembangunan tidak hanya menjadi slogan kampanye, melainkan benar-benar diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur jalan yang layak. “Cukuplah anak-anak kami tidak perlu lagi bertaruh nyawa hanya untuk sekolah. Kami ingin keadilan pembangunan,” tutup seorang tokoh masyarakat setempat. (Rehan)













