Komisi V DPRD Kalbar Kunjungi Dinas P3A Sambas, Neneng S.Sos., M.Sos Soroti Tingginya Pengangguran Perempuan dan Pernikahan Dini

banner 468x60

Sambas, BengkayangNews.com – Komisi V DPRD Provinsi Kalimantan Barat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kabupaten Sambas,(10/6/2025).

Dalam kunjungan ini, sejumlah isu penting terkait perlindungan perempuan dan anak mencuat, termasuk tingginya angka pengangguran di kalangan perempuan serta maraknya pernikahan di bawah umur. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Kalbar, Neneng, S.Sos., M.Sos, dari daerah pemilihan Singkawang-Bengkayang, dengan tegas menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut.

banner 336x280

BACA JUGA : Neneng Tinjau Banjir di Ledo dan Salurkan Bantuan

Ia menyoroti banyaknya perempuan yang terjebak dalam pernikahan dini, yang berujung pada status janda di usia muda dan tanpa penghidupan layak.

“Saya sangat prihatin dengan fenomena ini. Banyak perempuan menikah di usia sangat muda, akhirnya menjadi janda dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Ini menjadi masalah sosial yang serius dan harus ditangani segera,” tegas Neneng.

Neneng mendorong Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kabupaten Sambas untuk tidak hanya berhenti pada tataran program, tetapi segera mengambil langkah konkret dan nyata dalam penanganan masalah ini.

“Langkah-langkah nyata yang pantas dan layak harus segera dilakukan. Libatkan juga pihak kepolisian, para ketua adat, tokoh agama, hingga ke tingkat desa dan pelosok. Semua pihak harus bersama-sama menekan kasus pernikahan dini dan meningkatkan pemberdayaan perempuan,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi V DPRD Kalbar juga mendengarkan berbagai pemaparan dari pihak Dinas P3A Sambas terkait program yang telah dan akan dijalankan. Komisi V menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk sinergi dengan tokoh masyarakat dan institusi pendidikan, guna membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal bagi upaya yang lebih sistematis dan menyeluruh dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang menyentuh kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sambas. (Rd)

banner 336x280