1786155903588

Jakarta, BengkayangNews.com – Kuasa hukum keluarga Elisabet Miranda, Albertus Pinus, S.Sos., S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengungkap fakta di balik dugaan kematian tidak wajar yang dialami kliennya. Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sejumlah kejanggalan yang belum mendapatkan penjelasan secara terang.

Albertus mengatakan, berdasarkan catatan dan informasi yang diperoleh tim kuasa hukum, terdapat dugaan bahwa saat Elisabet meninggal dunia, di dalam rahimnya masih terdapat bayi yang tidak bergerak. Namun, pihak keluarga justru dibuat heran karena sebelumnya mereka mendapat informasi bahwa bayi tersebut telah dimakamkan di samping makam mertua laki-laki.

“Hal inilah yang menjadi salah satu alasan kami meminta penjelasan secara lengkap agar seluruh fakta dapat terungkap,” ujar Albertus. Selain itu, tim kuasa hukum juga telah mendatangi RS Busana Bekasi untuk meminta rekam medis Elisabet Miranda. Namun, menurut Albertus, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi secara langsung.

“Ketika kami meminta rekam medis, pihak rumah sakit meminta waktu dan hingga saat ini kami belum memperoleh rekam medis yang lengkap. Padahal dokumen tersebut sangat penting untuk mengungkap penyebab kematian secara jelas,” katanya.

Albertus menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. Dalam pertemuan tersebut, penyidik meminta kuasa hukum untuk melengkapi sejumlah dokumen pendukung, termasuk rekam medis korban. “Kami sudah datang ke Polda Metro Jaya dan diarahkan agar melengkapi rekam medis sebagai bagian dari proses penyelidikan. Namun kendalanya, sampai sekarang kami belum memperoleh rekam medis secara lengkap,” jelasnya.

Kuasa hukum berharap seluruh pihak yang memiliki informasi maupun dokumen terkait dapat bersikap kooperatif demi mendukung proses penegakan hukum. Menurutnya, keluarga Elisabet Miranda hanya menginginkan kepastian hukum dan kejelasan atas penyebab meninggalnya korban.

“Kami akan terus memperjuangkan keadilan bagi keluarga Elisabet Miranda. Kami berharap seluruh fakta dapat dibuka secara transparan agar tidak ada lagi tanda tanya mengenai peristiwa ini,” tutup Albertus.