Jalan Basuki Rachmat Lumpuh Total! Antrean BBM di SPBU TMP Bengkayang Picu Kemacetan Parah.

BengkayangNews.com – Arus lalu lintas di Jalan Basuki Rachmat, tepatnya di ruas jalan depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di samping Taman Makam Pahlawan (TMP) Bengkayang, mengalami kemacetan parah pada Senin malam (6/7/2026).

Pantauan di lokasi hingga pukul 18:25 WIB, antrean kendaraan yang mengular panjang tidak hanya didominasi oleh kendaraan roda dua, tetapi juga melibatkan sejumlah kendaraan roda empat dan angkutan barang. Akibatnya, badan jalan yang merupakan akses utama warga tersebut hampir lumpuh total, menyisakan ruang gerak yang sangat sempit bagi pengguna jalan lain.

Kemacetan ini dipicu oleh panjangnya antrean kendaraan yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU. Sejak sore hari, volume kendaraan yang memadati area SPBU terus meningkat, menyebabkan antrean meluber hingga ke bahu jalan raya.

Situasi diperparah dengan tingginya volume kendaraan di jam pulang kerja dan aktivitas masyarakat di sore hari. Para pengendara yang terjebak dalam kemacetan tampak mulai tidak sabar, dengan bunyi klakson yang bersahutan di sepanjang ruas jalan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya petugas kepolisian yang berada di lokasi untuk mengurai kepadatan. Bagi warga yang berencana melintasi Jalan Basuki Rachmat, khususnya di area dekat Taman Makam Pahlawan, disarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan.

Salah satu warga yang terjebak dalam antrean, saat ditemui di lokasi sekitar pukul 18:30 WIB, mengungkapkan kekesalannya. Menurutnya, kemacetan bukan hanya sekadar akibat panjangnya antrean BBM, melainkan karena minimnya pihak yang mengatur posisi parkir kendaraan.

“Sebenarnya tidak macet jika ada yang mengarahkan kendaraan yang parkir secara benar, dan ada yang mengatur lalu lintas,” ujar salah satu warga yang terjebak macet.

Menurut pengamatan warga tersebut, banyak kendaraan yang memarkirkan kendaraannya secara tidak teratur di pinggir jalan saat menunggu giliran masuk ke SPBU. Hal ini membuat badan jalan yang tersisa menjadi sangat sempit, sehingga kendaraan dari arah berlawanan terpaksa melambat drastis atau bahkan terhenti total.

Kurangnya petugas di lapangan, baik dari pihak SPBU maupun aparat terkait, membuat para pengendara cenderung saling serobot. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan Taman Makam Pahlawan tersebut menjadi semrawut dan tidak teratur.

Warga berharap ke depannya pihak pengelola SPBU dapat menyediakan petugas khusus untuk menata antrean kendaraan agar tidak meluber ke bahu jalan utama. Selain itu, kehadiran aparat kepolisian atau Dinas Perhubungan sangat diharapkan, terutama pada jam-jam sibuk, untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas bagi pengguna jalan lainnya.

“Kami hanya ingin kenyamanan berkendara. Kalau memang harus antre, tolong ditata supaya yang lain tidak dirugikan,” pungkasnya

Rep. Latip Ibrahim