IMG 20260608 WA0105

BengkayangNews.com – RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si Kabupaten Bengkayang akhirnya angkat bicara terkait isu dugaan penelantaran pasien yang sempat viral di media sosial melalui laman Instagram Kalbarkeras.id. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan pada pertemuan resmi yang digelar di Ruang Rapat Manajemen RSUD pada Senin, 8 Juni 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si, dr. Sri Hartati Ginting, MPH, bersama jajaran manajemen, pihak keluarga pasien (Norman), Kepala Desa Bhakti Mulya Dani, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang.Menanggapi judul berita “Dugaan Pasien Telantar Memicu Reaksi Berantai RSUD Bengkayang Kini Dibanjiri Keluhan Warga”, pihak manajemen rumah sakit memberikan klarifikasi mendalam. dr. Sri Hartati Ginting menjelaskan bahwa pelayanan yang diberikan kepada pasien telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) kesehatan.

“Pasien sama sekali tidak ditelantarkan. Saat tiba di IGD, pasien langsung diterima dan diperiksa oleh petugas kami. Kebetulan saat itu kondisi IGD sedang padat, sehingga pengaturan antrean dilakukan demi keselamatan pasien itu sendiri dan pasien lainnya,” ujar dr. Sri

Dalam keterangannya, dr. Sri Hartati Ginting menekankan bahwa setiap tindakan yang diambil oleh tim medis di lapangan didasarkan pada perhitungan matang mengenai kondisi klinis pasien dan keselamatan lingkungan IGD secara keseluruhan.

“Kami sebagai pelayan masyarakat bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Seperti pada kasus ini, kenapa pasien kita tempatkan di luar? Karena jika kita masukkan ke dalam (ruang tindakan utama) dengan keadaan pasien yang gaduh gelisah, tentu akan membuat pasien yang lain ketakutan. Artinya, pihak rumah sakit juga harus memperhatikan kenyamanan dan psikologis pasien yang lain,” tegas dr. Sri.

Pihak RSUD menjelaskan bahwa di lapangan, pasien menunjukkan gejala klinis yang memerlukan penanganan khusus (gaduh gelisah dan tidak kooperatif). Oleh karena itu, demi keselamatan semua pihak termasuk petugas dan pasien lain keluarga diminta untuk menunggu di area yang telah ditentukan sementara tim medis melakukan stabilisasi.

Berdasarkan hasil observasi dokter jaga, pasien memerlukan penanganan kesehatan jiwa lebih lanjut yang tidak tersedia di RSUD Drs. Jacobus Luna. Maka, langkah medis yang diambil adalah memberikan rujukan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Kalimantan Barat. Keluarga pasien (Norman) menyatakan bahwa pihak RSUD sudah membantu sejak saat pasien datang ke IGD hingga dirujuk ke fasilitas kesehatan yang dibutuhkan.

Proses rujukan pun berjalan lancar dengan dukungan ambulans yang difasilitasi oleh pihak RSUD bekerja sama dengan Puskesmas Bengkayang. Ia juga secara terbuka menjelaskan pengalamannya dalam menghadapi situasi tersebut. Menurutnya, pihak rumah sakit sangat kooperatif dalam membantu setiap langkah penanganan yang dibutuhkan pasien.

“Saya melihat tindakan dari rumah sakit Bengkayang sudah cukup baik, karena saat saya minta tolong langsung ditanggapi. Buktinya, kami diberikan fasilitas kemudahan dalam mengurus rujukan dari Puskesmas Bengkayang hingga penyediaan ambulans untuk membawa pasien ke RSJ Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Norman dengan lugas.

Pernyataan Norman ini sekaligus mengonfirmasi bahwa prosedur yang dijalankan oleh RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si, sejak awal bertujuan untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang tepat di fasilitas kesehatan yang lebih spesifik.

Kepala Desa Bhakti Mulya, Dani, yang hadir sebagai pendamping, mengapresiasi langkah cepat manajemen rumah sakit dalam mengklarifikasi isu ini agar tidak terjadi polemik yang berkepanjangan di masyarakatDalam keterangannya, Dani menjelaskan bahwa dirinya merasa perlu turun tangan untuk meluruskan informasi yang beredar terkait warganya yang bernama Siluk, warga RT.05 Sakadua, Dusun Sabide, Desa Bhakti Mulya. Ia mengakui bahwa viralnya postingan tersebut di luar sepengetahuannya.

“Kami dari pemerintahan desa menyampaikan permohonan maaf, karena sudah sempat viral terkait penanganan pasien dari warga saya. Terkait postingan itu, saya tidak mengetahui awal mereka menulisnya seperti apa,” ujar Dani.

Lebih lanjut, Dani menegaskan bahwa berdasarkan pengalamannya mendampingi warga di desa tersebut, pelayanan yang diberikan oleh RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si selama ini sudah sangat maksimal dan sesuai dengan standar kesehatan.

“Sejauh kami sempat mengurus beberapa warga kami di sini, pelayanan mereka sudah sangat cukup baik. Bahkan, pihak keluarga pasien sendiri tadi sudah menyampaikan kepada saya bahwa mereka memohon maaf atas kejadian ini. Secara pribadi dan mewakili warga, saya melihat pelayanan RSUD Bengkayang sudah cukup baik sekali,” tegasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si menegaskan beberapa poin penting. Pelayanan tetap mengedepankan keselamatan, mutu, dan profesionalitas, pihak rumah sakit terbuka terhadap kritik membangun dari masyarakat, dan Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan kanal resmi RSUD dalam menyampaikan keluhan agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan akurat.

Dalam pernyataan sikapnya, pihak RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si menegaskan kembali bahwa rumah sakit telah melakukan pemeriksaan, pemantauan, pemberian rekomendasi medis, dan koordinasi rujukan sesuai kebutuhan pasien. Manajemen rumah sakit berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang aman, profesional, bermutu, serta berorientasi pada keselamatan pasien, sekaligus terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun demi peningkatan mutu pelayanan.

Pihak RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memperoleh informasi dari sumber yang tepat dan memahami kronologi kejadian secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman. Masyarakat juga dipersilakan untuk menyampaikan aduan melalui kanal resmi RSUD Drs. Jacobus Luna, M.Si Kabupaten Bengkayang agar dapat segera ditindaklanjuti.

Rep. Latip Ibrahim