Sanggau Ledo, BengkayangNews.com – Sejumlah sopir mengeluhkan pelayanan antrean pengisian solar subsidi di salah satu SPBU Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang. Para sopir mengaku harus menunggu lama sejak sore hingga malam, bahkan ada yang menginap, namun masih belum mendapatkan jatah pengisian. Keluhan tersebut disampaikan karena adanya dugaan kendaraan yang baru datang namun bisa masuk lebih dulu untuk melakukan pengisian, sementara kendaraan yang sudah lama mengantre masih menunggu giliran. Salah seorang sopir, sebut saja Ev, mengatakan banyak rekannya yang sudah lama berada di antrean, tetapi terkadang tidak mendapatkan solar karena stok terbatas. “Banyak kawan-kawan yang sudah nginap dari sore malam, tapi masih tidak dapat. Sementara ada mobil yang baru datang langsung masuk dan mengisi,” ungkapnya. Menurutnya, antrean solar subsidi di SPBU tersebut cukup panjang karena melayani kendaraan dari beberapa wilayah, seperti Kecamatan Sanggau Ledo, Tujuh Belas, Ledo, hingga sebagian wilayah Seluas. Sementara ketersediaan solar yang masuk terbatas sekitar 8.000 liter. BACA JUGA : Bupati Bengkayang Buka Nyobeng Sebujit 2026, Dorong Warisan Budaya Jadi Destinasi Wisata Kalbar Ia juga menyoroti adanya kendaraan kecil yang diduga ikut mengambil solar subsidi dan sering masuk mendahului kendaraan lain yang sudah lama mengantre. “Yang kami harapkan antrean bisa dibuat lebih tertib. Yang sudah lama menunggu jangan sampai kalah dengan yang baru datang,” ujarnya. Iya menambahkan, dirinya tidak bermaksud menyalahkan pihak tertentu, namun berharap petugas SPBU lebih tegas dalam menerapkan aturan antrean agar tidak terjadi kecemburuan antar pengguna. “Kami hanya ingin pelayanan lebih adil, jangan yang baru datang langsung maju sementara yang sudah lama antre masih menunggu,” katanya. Para sopir berharap pihak SPBU dapat memperhatikan keluhan tersebut dan melakukan penertiban sistem antrean agar pembagian solar subsidi dapat berjalan lebih tertib dan merata. (Rudi Rehan) Navigasi pos Bupati Bengkayang Buka Nyobeng Sebujit 2026, Dorong Warisan Budaya Jadi Destinasi Wisata Kalbar