Mahfud MD: Teknologi Informasi BP2MI dapat Minimalisasi TPPO

0
0 views

Jakarta, BengkayangNews.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menilai teknologi informasi yang digunakan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dapat meminimalisasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Sudah ada kemajuan luar biasa dari sudut teknologi, teknologi informasi yang digunakan bisa diimbangi sekarang dengan pelaku kejahatan dengan sistem teknologi yang dipakai BP2MI,” ujar Mahfud dalam kunjungannya ke kantor BP2MI di Pancoran, Jakarta, Senin.

BP2MI membangun Command Center sebagai wujud realisasi salah satu dari sembilan program prioritas BP2MI untuk memodernisasi sistem menuju satu kesatuan data tunggal (big single data). Command Center menjadi pusat kendali data dan informasi pekerja migran Indonesia (PMI) yang akurat dan terpercaya.

Mahfud mengatakan dalam big single data yang digunakan oleh BP2MI itu bisa memonitor semua pergerakan PMI yang ada di luar negeri.

“Pergerakan bukan setiap hari, tapi setiap menit bisa dimonitor, misalnya ada kejadian di Saudi Arabia sekarang, untuk sekian orang bisa dilihat dari sini, ini kemampuan yang luar biasa,” ucapnya.

Ia mengaku takjub dengan perubahan Command Center BP2MI sejak dipimpin Benny Rhamdani. Menurutnya, banyak transformasi perubahan, terutama dalam memberikan pelayanan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia.

“Sangat baik, luar biasa banyak perubahan di bawah kendali Pak Benny Rhamdani,” kata

Dalam kesempatan itu, ia mengimbau kepada semua pihak ataupun instrumen negara untuk bersinergi dalam memberantas kejahatan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus dipekerjakan ke luar negeri.

Mahfud mengatakan apa yang dilakukan BP2MI merupakan wujud nyata dalam melindungi anak bangsa dari perdagangan orang ke luar negeri. Hal tersebut juga merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tinggal kita yang bersinergi, karena sebenarnya Pak Benny Rhamdani punya sudah sejak lama, tapi respons dari aparat baru beberapa pekan terakhir ini, tapi sekarang aparat baru merespons positif dan masif,” ujarnya.

Mahfud berharap apa yang dilakukan BP2MI dalam memberikan pelindungan kepada PMI maupun pencegahan PMI ilegal bagian dari kejahatan TPPO perlu ditingkatkan lagi.

“Langkah-langkah BP2MI ini sudah cukup, kemudian tentu di setiap institusi itu ada tikus, BP2MI ini sekarang sedang memerangi tikus-tikus yang sedang menggerogoti kabel-kabel pembangunan kita, tapi kalau kita punya sistem yang baik tikusnya mudah ditangkapi,” katanya. (Tr/Rd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini