Sanggau Ledo, BengkayangNews.com — Kasus penemuan bayi perempuan dalam kondisi meninggal dunia di Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mengundang keprihatinan mendalam dari masyarakat. Bayi tersebut ditemukan dalam sebuah kantong plastik hitam setelah seorang perempuan berinisial DK menjalani pemeriksaan di Puskesmas Sanggau Ledo pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara terang rangkaian kejadian serta penyebab pasti kematian bayi tersebut. BACA JUGA : Mantan Mantri Login Ke PSI, Lius: Yang Terpinggirkan Diperjuangkan Melalui Meja Politik Peristiwa ini juga mendapat perhatian dari salah seorang warga Sanggau Ledo, Lius. Ia menilai kejadian tersebut seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk melakukan refleksi, terutama dalam memberikan pembinaan moral kepada generasi muda. Menurut Lius, persoalan hubungan di luar pernikahan tidak hanya menyangkut persoalan pribadi, tetapi juga dapat berdampak serius terhadap masa depan anak yang lahir dari hubungan tersebut. “Itulah perbuatan anak-anak muda, terutama anak-anak muda saat ini, mengubur masa depan hanya karena nafsu,” ungkap Lius. Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap peran lembaga keagamaan dalam menghadapi persoalan moral generasi muda saat ini.Lius mempertanyakan sejauh mana gereja mengambil peran dalam memberikan pembinaan kepada kaum muda, khususnya mengenai pentingnya menjaga kekudusan sebelum pernikahan. BACA JUGA : Geger! Bayi Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa dalam Kantong Plastik di Sanggau Ledo “Gereja pada diam, tidak respon apa-apa. Dimanakah semangat gereja mula-mula yang menjaga kekudusan sebelum pernikahan?” ujarnya. Ia bahkan mengingatkan kembali nilai-nilai kekudusan dalam kehidupan umat Kristen yang menurutnya dahulu menjadi bagian penting dalam pembinaan calon keluarga dan pemimpin jemaat. Menurutnya, pembinaan terhadap generasi muda tidak cukup hanya dilakukan setelah persoalan terjadi. Gereja, keluarga, tokoh masyarakat, serta lingkungan pendidikan dinilai perlu hadir sejak awal untuk memberikan pemahaman mengenai tanggung jawab, pergaulan, hubungan sebelum pernikahan, serta konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil. Namun demikian, Lius juga berharap masyarakat tidak terburu-buru memberikan vonis terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut. Sebab, hingga saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum menyimpulkan secara pasti penyebab kematian bayi maupun ada tidaknya unsur pidana. “Ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Jangan sampai karena kesalahan orang dewasa, anak yang tidak berdosa menjadi korban,” pungkas mantan Matri yang pernah nyaleg di pasti PSI ini. Ia berharap kasus tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi keluarga, gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah untuk memperkuat pembinaan generasi muda. Menurutnya, generasi muda merupakan masa depan masyarakat dan daerah. Tak hanya peran Gereja, terlebih peran pemuka setiap agama sangat lah penting, semua harus bergandengan tangan dan kerja sama dalam situasi seperti ini, apalagi di zaman modern dan teknologi pesat seperti ini. Karena itu, pembinaan karakter, pendidikan moral, serta pendampingan terhadap kaum muda harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.b“Jangan tunggu terjadi korban baru kita bergerak. Anak-anak muda harus didampingi dan diarahkan sejak awal,” pungkasnya. Sementara itu, Polsek Sanggau Ledo masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah pihak yang mengetahui kejadian tersebut. Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk membantu mengungkap fakta terkait kematian bayi tersebut.Diketahui kasus ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayah ini, di Segiring tahun lalu membuat gempar warga juga. (Red) Navigasi pos Sorot Pinjaman Rp250 Miliar PT SMI, Sejumlah Persoalan Dalam LHP BPK Jadi Pertanyaan Telah hilang Sertifikat Hak Milik (SHM) Asli yang secara tidak sengaja terbuang di dalam satu buah koper berwarna biru (kondisi rusak)