BengkayangNews.com – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menyatakan komitmen penuh dalam mempercepat transformasi digital tata kelola keuangan daerah. Hal ini ditegaskan saat mengikuti kegiatan Inisiasi Peningkatan Kapasitas dan Literasi Sinergi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (KATALIS P2DD) Tahun 2026 yang digelar secara hybrid, Selasa, (3/3/2026).
Kegiatan bertema โ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ฐ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ฅ๐ฒ๐ฎ๐น๐ถ๐๐ฎ๐๐ถ ๐ฃ๐ฒ๐ป๐ฒ๐ฟ๐ถ๐บ๐ฎ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ป๐ท๐ฎ ๐๐ฎ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ต ๐บ๐ฒ๐น๐ฎ๐น๐๐ถ ๐ง๐ฟ๐ฎ๐ป๐๐ณ๐ผ๐ฟ๐บ๐ฎ๐๐ถ ๐๐ถ๐ด๐ถ๐๐ฎ๐นโ ini merupakan kolaborasi antara Kemenko Perekonomian RI, Bank Indonesia, dan Kemendagri RI. Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Yustianus, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian TP2DD Kabupaten Bengkayang, menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk efisiensi birokrasi.
“Kita harus bergerak cepat, digitalisasi transaksi ini adalah kunci untuk meminimalkan kebocoran anggaran dan memastikan belanja daerah tepat sasaran. Melalui forum KATALIS ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh OPD di Bengkayang siap menyongsong ekosistem digital yang terintegrasi,” tegas Yustianus.

BACA JUGA : Wakil Menteri Resmikan Revitalisasi Sekolah di Bengkayang
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bapenda Kabupaten Bengkayang, Yohanes Atet, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, sistem non-tunai akan memberikan kemudahan bagi wajib pajak sekaligus meningkatkan akuntabilitas data.
“Tujuannya jelas, mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan publik dan memastikan setiap rupiah potensi pendapatan daerah tercatat secara akurat. Kami akan mengadopsi praktik terbaik (best practices) dari daerah lain yang telah sukses agar implementasinya di Bengkayang maksimal,” ungkap Yohanes.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris BPKAD, Yakobus Rijo, di lokasi terpisah. Pemerintah Pusat sendiri mendorong agar pemerintah daerah lebih jeli melihat potensi PAD yang belum tergarap maksimal melalui instrumen digital.
Dengan penerapan sistem yang terintegrasi, Pemkab Bengkayang optimis dapat menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan mampu memberikan pelayanan publik yang jauh lebih cepat bagi seluruh warga Kabupaten Bengkayang. (Latip Ibrahim)













